Selasa, 07 Mei 2024

Catatan Hasil Lokakarya 1 Kelas I Sari Warsiyah

Peserta

Sasaran pelaksanaan pendampingan Lokakarya 1 program PGP adalah unsur-unsur yang terkait dengan pelaksanaan pendampingan lokakarya 1 adalah sebagai berikut :

1.     3 orang PP yang tergabung di kelas I sebagai fasilitator (Sri Wahyuni, Muhammad Irvan Rosyadi dan Sari Warsiyah)

2.     18 orang CGP tergabung di kelas I sebagai peserta

3.     BBGP Provinsi Jateng sebagai penyelenggara

4.     Pokja PGP Dinas Pendidikan



 

No

Nama

Jabatan

Satker

Keterangan

1.

Drs. Sri Mulyono, M.Pd.

Panitia

BBGP Jawa Tengah

Hadir sampai selesai

2.

Timur Wahyuni, S.Psi

Panitia

BBGP Jawa Tengah

Hadir sampai selesai

3.

SITI AMINAH

Panitia

Dinas Pendidikan

Hadir sampai selesai

4.

SRI WAHYUNINGSIH

PP

SD NEGERI 1 KUNDEN

Hadir sampai selesai

5.

MUHAMMAD IRVAN ROSYADI

PP

SD NEGERI 1 BAKUNGAN

Hadir sampai selesai

6.

SARI WARSIYAH

PP

TK PERTIWI JOGOSETRAN

Hadir sampai selesai

7.

IVAN CAHYO KATON

CGP

SD NEGERI 1 SOROPATEN

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

8.

DIAH SETIYANI

CGP

SD NEGERI 1 TROSO

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

9.

ANASTASIA LIA TARADIPA

CGP

SD NEGERI 2 PANDEYAN

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

10.

TYAS WINARSIH

CGP

SD NEGERI 1 BONYOKAN

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

11.

MULYANTO

CGP

SD NEGERI CAWAN

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

12.

ANITA CAHYANINGSIH

CGP

SD NEGERI JATINOM

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

13.

LANY FITRIATI

CGP

SD KRISTEN PINILIH ESTU

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

14.

SRI MAR'ATI UTAMI

CGP

SD N 2 KUPANG

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

15.

HANDONO DWI PRABOWO

CGP

SD NEGERI 1 TUMPUKAN

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

16.

LATIFAH NURHAYATI

CGP

SD Negeri 2 Pogung

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

17.

KHILAYATUN ULIN NOOR

CGP

SD NEGERI 3 KARANGASEM

Terlambat karena kendala penutupan jalan

18.

ELISA SRI WAHYUNI

CGP

SD NEGERI 1 TAMBAKBOYO

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

19.

WINDA FESTIANA DEWI

CGP

SD NEGERI 1 WONOSARI

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

20.

DWI RATMINI

CGP

TK DARUSSALAM

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai.

21.

GENDA WIDAYATI

CGP

SD N 1 KALIKOTES

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

22.

NOVIA TRI PURNAMASARI

CGP

SD N 1 TAMBONGWETAN

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

23.

MUHAMMAD ILMI ARDI

CGP

SD NEGERI 3 JOGOSETRAN

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai

24.

FEBRI KUSUMANINGTYAS

CGP

SD NEGERI 6 JIMBUNG

Hadir tepat waktu dan mengikuti sampai selesai


Aktivitas Pembelajaran

Deskripsikan aktivitas pelaksanaan pendampingan lokakarya yang saudara fasilitasi.

1.     Pembukaan

a.     Pembukaan dan Ice breaking

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas mengucapkan salam,

menanyakan kabar CGP, dan berdo’a bersama.

Pengajar Praktik mengajak peserta untuk melakukan permainan koboi-koboinan

agar antar CGP saling mengenal.

b.     Perkenalan Pengajar Praktik

Pengajar Praktik memperkenalkan diri, termasuk CGP juga mmeperkenalkan diri serta menyebutkan hal terbaik yang telah dilakukan selama 1 bulan terakhir.

c.     Penjelasan Tujuan dan Pembuatan Kesepakatan Kelas

 Pengajar Praktik menjelskan tujuan lokakrya 1 dan mengajak semua peserta untuk

 membuat kesepakatan kelas.

2.     Kepemimpinan Dalam Diri

a.     Persiapan kegiatan

      Pengajar Praktik mempersipkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk sesi

            selanjutnya.

b.     Aktivitas : Mencari Benda

CGP diajak bermain kereta-keretaan dan mengumpulkan 3 bola dengan warna yang sama di luar kelas.

c.     Pembahasan aktivitas

Pengajar praktik meminta CGP untuk merefleksikan kegiatan mencari benda yang telah dilakukan dengan model 4P yaitu Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran. Dan Penerapan Ke Depan.

d.     Diskusi nilai, peran, dan kompetensi guru penggerak

CGP dibagi menjadi 3 kelompok secara acak dan meminta masing-masing kelompok untuk mendiskusikan dan mempresentasikan tentang nilai, peran, dan kompetensi guru penggerak.

3.     Diskusi Komunitas Praktisi

a.     Diskusi Komunitas Praktisi : Berbagi tantangan 1 Bulan Pertama

CGP diminta untuk menuliskan 3 masalah yang dialami sebagai guru di sekolah dan menempelkan pada kertas plano yang telah disediakan.

CGP dibagi dalam 3 kelompok utnuk mendiskusikan masalah yang ada dan mencari solusi dari masalah yang ada.

b.     Refleksi Manfaat Komunitas Praktisi

CGP diminta untuk mereflkeksikan tentang kegiatan diskusi komunitas praktisi

c.     Sekilas Materi Filosofi Komunitas Praktisi

Pengajar Praktik menjelaskan secara singkat tentang materi filosofi komunitas praktisi.

4.     Energizer

CGP diajak untuk berdiri dan saling berhadapan untuk melakukan permainan yaitu melakukan suit dengan memberikan jumlah jari dan menyebutkan hasil perkalian kedua CGP tersebut.

5.     Komunitas Praktisi di Sekelilingku

a.     Mengidentifikasi Komunitas Praktisi yang ada

CGP secara kelompok diminta untuk mengisi Lembar Identifikasi Komunitas Praktisi dan membagikan hasil LK nya kepada rekan CGP lain yang berbeda kelompok.

b.     Menganalisa pemetaan Komunitas Praktisi

CGP diminta untuk mengisi LK Pemetaan Komunitas Praktisi diawali dengan penjelasan singkat dari Pengajar Praktik sumbu x (seberapa besar control CGP di komunitas praktisi)  dan sumbu y (seberapa besar mandfaat yang bisa didapatkan CGP di komunitas praktisi).

6.     Peran Guru Penggerak dalam Menggerakkan Komunitas Praktisi

a.     Memahami Peran Guru Penggerak dalam Membuat Komunitas Praktisi

CGP dibagi menjadi 3 kelompok untuk mempelajari salah satu strategi untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif sesuai peran CGP.

Kelompok 1 mendiskusikan peran 1 dan 2

Kelompok 2 mendiskusikan peran 3 dan 4

Kelompok 3 mendiskusikan peran 5, 6, dan 7

             Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi

b.     Menganalisa peran dalam memaksimalkan Komunitas Praktisi

CGP diminta untuk menganalisis dirinya dalam peran guru penggerak untuk membuat komunitas praktisi pada LK Peran Diri dalam Menggerakkan Komunitas Praktisi.

7.     Menggerakkan Komunitas Praktisi

a.     Wisata Belajar

CGP dibagi menjadi 3 kelompok untuk melakukan kegiatan wisata belajar yang terkait dengan tahapan menggerakkan komunitas praktisi secara berganntian.

Masing-masing Penjakar Praktik memperispakan diri di masing-masing Pos.

b.     Melihat potensi Komunitas Praktisi

Masing-masing CGP menuliskan apakah ada potensi diri CGP dalam komunitas praktisi?

8.     Penutupan

a.     Benag merah materi

CGP diminta untuk menceriatakan benang merah dari kegiatan lokakarya 1 ini.

b.     Refleksi Hasil Belajar

Pengajar Praktik meminpin refleksi hasil belajar dan membahas hal yang telah dipelajari ;

c.     CGP dan PP merefleksikan apa yang telah dipelajari dan manfaat yang di dapat dalam lokakarya hari ini dan hal yang ingin ditingkakkannya dari diri;

d.     Penutupan dan Foto Bersama

Sesi ini adalah sesi terakhir, ditutup dengan do’a bersama dan dilanjutkan foto bersama.


Produk yang dihasilkan

1. Kesepakatan kelas

2. Nilai, Peran dan Kompetensi Guru Penggerak

3. Permasalahan dan solusi mengikuti Program Guru Penggerak

4. Pemetaan Komunitas Praktisi

5. Identifikasi Komunitas Praktisi

6. Peran diri dalam Komunitas Praktisi


Ketercapaian tujuan belajar

Kegiatan lokakarya 1 ini dapat berjalan dengan lancar dan berhasil karena indikator ketercapaian dapat tercapai, yaitu :

1.     Calon Guru Penggerak dapat menjelaskan definisi dan manfaat komunitas praktisi;

2.     Calon Guru Penggerak dapat mengidentifikasi komunitas praktisi;

3.     Calon Guru Penggerak dapat memetakan manfaat dan area kontrol di komunitas praktisi yang sudah ada.


Kesimpulan dan Refleksi pembelajaran
Secara umum seluruh tujuan pembelajaran telah tercapai yaitu telah meningkatkan pemahaman CGP terhadap definisi dan manfaat komunitas praktisi, mengidentifikasi komunitas praktisi dan memetakan manfaat dan area kontrol di komunitas praktisi yang sudah ada

 


Minggu, 24 Maret 2024

Catatan Hasil Lokakarya Orientasi

Pelaksanaan Lokakarya Orientasi Kab. Klaten di laksanakan pada Hari Sabtu,  Tanggal 23 Maret 2024. Lokasi lokakarya Orientasi bertempat di SMKN 3 Klaten, Jl. Merbabu No. 11, Gayamprit, Klaten Selatan. Acara Lokakarya orientasi ini berlangsung lancar dan sukses.

 

Peserta

Sasaran pelaksanaan pendampingan lokakarya orientasi program PGP adalah unsur-unsur yang terkait dengan pelaksanaan pendampingan lokakarya orientasi adalah sebagai berikut:

1.      3 orang PP yang tergabung di kelas K sebagai fasilitator (C. Suparni, Lilis Rubianti, dan

Sari Warsiyah)

2.      18 orang CGP tergabung di kelas K sebagai peserta

3.      BBGP Provinsi Jateng sebagai penyelenggara

4.      Pokja PGP Dinas Pendidikan

No

Nama

Jabatan

Satuan kerja

Keterangan

 1.

TIMUR

Tim monitoring dan evaluasi

BBGP Jawa Tengah

 

Hadir sampai selesai

2.

SUROYO

Panitia

Disdik Kab. Klaten

Hadir sampai selesai

3.

C. SUPARNI

PP

TK WIDYA MULIA II

Hadir sampai selesai

4.

LILIS RUBIANTI

PP

TK ABA DUWET II

Hadir sampai selesai

5.

SARI WARSIYAH

PP

TK PERTIWI JOGOSETRAN

Hadir sampai selesai

6

DESY RISKA MARTYASSANTI

CGP

SD NEGERI 2 LOGEDE

Hadir sampai selesai

7

ELI WAHYU YUNI ESTI

CGP

TK PERTIWI TLOGO

Hadir sampai selesai

8

KERI LINA ILI FAUZI

CGP

TK PERTIWI BUGISAN

Hadir sampai selesai

9

NURROCHMAN AHMADI

CGP

SD NEGERI 3 GUMUL

Hadir sampai selesai

10

RONA ALL AISYAH

CGP

SD NEGERI 1 KARANGNONGKO

Hadir sampai selesai

11

YASTARIA DWI UNTARI

CGP

SD NEGERI 1 SOMOKATON

Hadir sampai selesai

12

ARIF ISNAINI MUSTIKANINGRUM

CGP

TKIT AN NAJAH JATINOM

Hadir sampai selesai

13

ARVIANTI ERI EKOWATI

CGP

TK PERTIWI JANTI

Hadir sampai selesai

14

ASRI ROFI'AH

CGP

TK PERTIWI BONO

Hadir sampai selesai

15

NONIK ARSANA

CGP

SD NEGERI 2 NGAWEN

Hadir sampai selesai

16

SRI HANDAYANI

CGP

TKIT AN NAJAH

Hadir sampai selesai

17

SRIYANTI

CGP

TK PERTIWI NGALAS

Hadir sampai selesai

18

DWI RATMINI

CGP

TK DARUSSALAM

Hadir sampai selesai

19

FEBRI KUSUMANINGTYAS

CGP

SD NEGERI 6 JIMBUNG

Hadir sampai selesai

20

GENDA WIDAYATI

CGP

SD NEGERI 1 KALIKOTES

Hadir sampai selesai

21

MUHAMMAD ILMI ARDI

CGP

SD NEGERI 3 JOGOSETRAN

Hadir sampai selesai

22

NOVIA TRI PURNAMASARI

CGP

SD N 1 TAMBONGWETAN

Hadir sampai selesai

23

WINDA FESTIANA DEWI

CGP

SD NEGERI 1 WONOSARI

Hadir sampai selesai


Aktivitas Pembelajaran

Kegiatan Lokakarya Orientasi PGP Angkatan 10 Kabupaten Klaten dibagi dalam 7 sesi yaitu:

1.      Pembukaan

2.      Perkenalan Calon Guru Penggerak dan Tim Pendukung

3.      Pemetaan harapan dan kekhawatiran

4.      Perjalanan Guru Penggerak

5.      Posisi Diri

6.      Membuat Rencana Pengembangan Diri

7.      Pengenalan Portofolio Digital

 

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan upacara pembukaan pada pukul 08.00 WIB yang dihadiri oleh Kepala BBGP Jawa Tengah Bapak Darmadi S.Pd., M.Pd. dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Ibu Titin Windiyarsih, S.Pd., M.Pd..

Setelah itu CGP, Kepala sekolah, Pengawas Sekolah dan PP memasuki kelas masing-masing. Sesi Pembukaan di buka oleh Ibu C. Suparni dengan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing masing, selanjutnya melaksanakan ice breaking dengan bermain menggambar benda sebagai Simbol Diri. Kemudian dibawah panduan Ibu Lilis Rubianti di lanjutkan dengan berkenalan dengan PP dan antar CGP. Lalu di lanjutkan dengan penjelasan tujuan dan pembuatan kesepakatan belajar.

Dalam sesi pemetaan harapan dan kekhawatiran, Identifikasi Strategi PP memberikan penjelasan mengenai cara pengisiannya. Secara berturut turut antara ke tiga PP memandu tentang Perjalanan Calon Guru Penggerak dan membuat kesepakatan peran Guru dan Kepala Sekolah. Kegiatan pada sesi ini berakhir pada pukul 12.00 WIB di lanjutkan dengan istirahat sampai pukul 12.30 WIB.Sebelum Kepala Sekolah dan Pengawas pulang kita melakukan foto bersama.



Selanjutnya sesi kedua adalah inti ( Posisi diri, Rencana Pengembanagan diri ) di mulai pada pukul 12.30 WIB dan  yang di pandu Ibu Sari Warsiyah yang sebelumya di awali dengan Ice Breaking dari CGP untuk mencairkan suasana.. Pada kegiatan ini peserta menulis identifikasi posisi diri (asesmen kompetensi CGP LK 2), Evaluasi kompetensi diri  LK 3 dan Membuat rencana pengembangan diri LK 4. Selanjutnya Berbagi hasil rencana pengembangan diri dengan rekan CGP lain.

Pada pukul 14.20 WIB lanjut dipandu Ibu Sari Warsiyah di lanjutkan dengan Pengenalan Portofolio Digital dan juga ada simulasi praktik cara membuatnya. Karena ini merupakan hal baru CGP sangat antusias dan karena keterbatasan waktu, maka pada PI 1 akan dijelaskan lebih lanjut atau peserta akan belajar dengan pemberian tutorial.

Kemudian di sesi terakhir adalah penutup. CGP melakukan Refleksi diri :

“apa saja yang telah bapak/ibu pelajari pada sesi lokakarya ini?”

“apa saja  bapak/ibu yang akan lakukan dalam 6 bulan kedepan dalam menghadapi kendala- kendala yang ada?”

CGP mengungkapkan didepan kelas tentang refleksi mereka secara bergantian.

Yang terakhir kegiatan di tutup pada pukul 15.15 WIB dengan berdoa bersama dan di lanjutkan dengan foto bersama.


Produk yang dihasilkan


1. Kesepakatan kelas
2. Lembar kerja kesepakatan peran CGP dan KS
3. Lembar asesmen mandiri kompetensi GP
4. Lembar evaluasi diri GP
5. Lembar kerja Rencana pengembangan kompetensi diri CGP

Ketercapaian tujuan belajar

Kegiatan lokakarya Orientasi ini dapat berjalan dengan lancar dan berhasil karena indikator ketercapaian dapat tercapai, yaitu :

1. Calon Guru Penggerak dapat mengidentifikasi dan menceritakan harapan, kekhawatiran selama program berlangsung

2. Calon Guru Penggerak dapat mengidentifikasi tantangan yang akan dihadapi dan dukungan yang bisa didapatkan

3. Calon Guru Penggerak dapat menuliskan rencana pengembangan kompetensi diri


Kesimpulan dan Refleksi pembelajaran

CGP selama mengikuti kegiatan lokakarya orientasi ini, rata-rata CGP merasa senang mengikuti kegiatan ini karena banyak sekali pelajaran ilmu yang mereka dapatkan, mereka juga sangat senang sekali dengan Pengajar Praktik yang selalu memberikan motivasi dan dukungan kepada CGP agar dalam menyelesaikan program ini sampai selesai tidak berhenti ditengah perjalanan dan secara umum seluruh tujuan pembelajaran telah tercapai yaitu telah meningkatkan pemahaman CGP terhadap Program dan alur perjalanan guru penggerak, memetakan harapan dan kekhawatiran, memahami posisi diri dan membuat rencana pengembangan diri, menyadari pentingnya portofolio digital. CGP merasa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini sampai tidak terasa waktu lokakarya sudah selesai.

Rabu, 01 November 2023

Koneksi Antar Materi Pendidikan Yang Memerdekakan



Pendidikan Yang Memerdekakan yang dikemukakakan oleh Ki Hadjar Dewantara jika dikoneksikan dengan materi sebelumnya, dalam hal yang sudah selaras dengan praktik prinsip pendidikan yang memerdekakan dan hal yang tidak selaras terkait praktik prinsip pendidikan yang memerdekakan yang dirasa perlu diubah atau dikembangkan bahkan dihilangkan, dapat diuraikan sebagai berikut:

Hal-hal yang sudah selaras dengan praktik prinsip pendidikan yang memerdekakan.

Hal yang selaras dengan praktik prinsip pendidikan yang memerdekakan adalah ketika guru dapat menuntun murid-muridnya, diantaranya sebagai fasilitator yang bertugas untuk membimbing, mengarahkan dan melatih kemandirian peserta didik dalam mempersiapkan kehidupannya di masyarakat. Kemerdekaan bukan bebas sebebas-bebasnya, melainkan proses menuntun yang didasarkan pada kebahagiaan dan kesenangan murid pada pembelajaran.


  


Pada proses menuntun ini di dasarkan pada kodrat alam dan kodrat zaman murid. Kita menyesuaikan seperti apa karakteristik peserta didik. Kodrat alam murid adalah bermain, sehingga perlu menginternalisasi permainan ke dalam pembelajaran. Kodrat zamannya adalah pada masa revolusi industri sekarang ini, kita tidak bisa lepas dari teknologi. Sehingga anak juga perlu untuk menyesuaikan dengan zamannya untuk dapat menguasai teknologi. 

                                                 

                                                       

Filosofi Ki Hadjar Dewantara anak bukan tabula rasa juga sudah sesuai dengan prinsip pendidikan yang memerdekakan. Di mana prinsip bukan tabula rasa ini bertentangan dengan teori John Lock bahwa setiap manusia yang terlahir merupakan selembar kertas yang putih dan kosong yang bisa kita warnai. Pada teori bukan tabula rasa Ki Hadjar Dewantara meyakini bahwa setiap anak sudah terlahir dengan cipta dan karsa sehingga menimbulkan karya.

Hal-hal yang tidak selaras terkait praktik prinsip pendidikan yang memerdekakan yang dirasa perlu diubah atau dikembangkan bahkan dihilangkan.

Hal-hal yang tidak selaras terkait prinsip pendidikan adalah pendidikan yang memaksa anak untuk mengikuti keinginan guru, seharusnya anak bisa memilih kegiatan yang disukai sesuai minat dan bakatnya. Pembelajaran seharusnya bisa dilakukan dimanasaja dan dengan siapa saja, bahwa siswa belajar tidak hanya dengan guru tapi juga dari praktisi di berbagai bidang. Misalnya bisa belajar langsung di pasar, disawah, dilingkungan sekitar sekolah bisa dijadikan sumber belajar. Atau bisa juga dengan studytour.



Selasa, 31 Oktober 2023

Ekplorasi Konsep-Meramu Hasil Belajar Pendidikan Yang Memerdekakan


Pendidikan diartikan sebagai 'tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak'. Maksud Pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Pendidikan itu hanya suatu 'tuntunan' di dalam hidup tumbuhnya anak-anak kita. Artinya bahwa hidup tumbuhnya anak itu terletak di luar kecakapan atau kehendak kita kaum pendidik mereka hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri.

Setelah mempelajari pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara, pemikiran yang berubah dari saya adalah bahwa saya harus memberikan tuntunan kepada anak didik dengan lebih sabar dan ikhlas, karena mereka masing-masing unik dan berbeda. Tidak perlu memberikan hukuman yang sifatnya tidak mendidik, memberikan teladan agar mereka bisa melihat dan menirunya. Memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi mereka dengan mencoba berbagai macam model pembelajaran.

Mengenai tujuan transformasi pendidikan berlandaskan filosofi KHD bahwasanya manusia itu perlu untuk dimanusiakan dalam artian memanusiakan manusia. Jika dilihat pendidikan zaman dahulu yang tegas akan tetapi banyak menggunakan hukuman fisik yang belum tentu semua anak itu kuat. Sehingga dengan adanya pendidikan guru penggerak ini maka filosofi menurut KHD akan dapat berjalan sesuai dengan semestinya sesuai dengan perkembangan zaman.

Pendidikan dan pengajaran tidak dapat dipisahkan. Menurut Ki Hajar Dewantara (KHD), pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan  (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai amggota masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya.

Ki Hajar Dewantara memberikan pemikirannya tentang Dasar-dasar Pendidikan. Menurut KHD, Pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pendidik itu  hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.

Peran Pendidik diibaratkan seorang Petani atau tukang kebun yang tugasnya adalah merawat sesuai kebutuhan dari tanaman-tanamannya itu agar tumbuh dan berbuah dengan baik, tentu saja beda jenis tanaman beda perlakuanya. Artinya bahwa kita seorang pendidik harus bisa melayani segala bentuk  kebutuhan metode belajar siswa yang berbeda-beda (berorientasi pada anak). Kita harus bisa memberikan kebebasan kepada anak untuk mengembangkan ide, berfikir kreatif, mengembangkan bakat/minat siswa (merdeka belajar), tapi kebebasan itu bukan berarti kebebasan mutlak, perlu  tuntunan dan arahan dari guru supaya anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.

KHD juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka dan mengikuti perkembangan zaman yang ada namun tidak semua yang baru itu baik, jadi perlu diselaraskan dulu. Indonesia juga memiliki potensi-potensi kultural yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar. KHD menjelaskan bahwa dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama. Artinya bahwa setiap anak sudah membawa sifat atau karakternya masing-masing, jadi sebagai guru kita tidak bisa menghapus sifat dasar tadi, yang bisa dilakukan adalah menunjukan dan membimbing mereka agar muncul sifat-sifat baiknya sehingga menutupi/mengaburkan sifat-sifat jeleknya.

Kodrat zaman bisa diartikan bahwa kita sebagai guru harus membekali keterampilan kepada siswa sesuai zamannya agar mereka bisa hidup, berkarya dan menyesuaikan diri. Dalam konteks pembelajaran sekarang, ya kita harus bekali siswa dengan kecakapan Abad 21. Budi pekerti juga harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan dan pengajaran yang kita lakukan sebagai guru. Guru harus senantiasa memberikan teladan yang baik bagi siswa-siswanya dalam mengembangkan budi pekerti. Kita juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan pembiasaan di sekolah untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti/akhlak mulia kepada anak.

Dalam pembelajaran di kelas hendaknya kita juga harus memperhatikan kodrati anak yang masih suka bermain. Lihatlah ketika anak-anak sedang bermain pasti yang mereka rasakan adalah ‘kegembiraan’ dan itu membuat suatu kesan yang membekas di hati dan pikirannya. Hendaknya guru juga memasukan unsur permainan dalam pembelajaran agar siswa senang dan tidak mudah bosan. Apalagi menggunakan permainan-permainan tradisional yang ada, selain menyampaikan pembelajaran melalui permainan , kita juga mendidik dan mengajak anak untuk melestarikan kebudayaan.

Hal terpenting yang harus dilakukan seorang guru adalah menghormati dan memperlakukan anak dengan sebaik-baiknya sesuai kodratnya, melayani mereka dengan setulus hati, memberikan teladan (ing ngarso sung tulodho), membangun semangat (ing madyo mangun karso) dan memberikan dorongan (tut wuri handayani) bagi tumbuh kembangnya anak. Menuntun mereka menjadi pribadi yang terampil, berakhlak mulia dan bijaksana sehingga mereka akan mencapai kebahagiaan dan keselamatan.

Teori tabula rasa mengemukakan bahwa seorang anak yang baru lahir dapat diumpamakan ibarat selembar kertas putih yang kosong (a sheet ot white paper avoid of all characters). Sejak lahir, anak tersebut sama sekali tidak mempunyai bakat dan pembawaan. Seorang anak dapat dibentuk sekehendak kekuatan pendidiknya. Pendidik dan lingkungan paling berkuasa atas pembentukan anak tersebut. seorang manusia muncul dari sebuah pengalaman (empiri) yang masuk melalui alat inderanya.

Pemahaman tentang Pendidikan yang Memerdekakan menurut pemikir - pemikir yang selaras dengan pemikiran KHD dan menjadi acuannya (Metode Montessori dan Taman Anak Frobel)

Montessori mementingkan pelajaran panca indra, hingga ujung jari pun dihidupkan rasanya, menghadirkan beberapa alat untuk latihan panca indra dan semua itu bersifat pelajaran. Anak diberi kemerdekaan dengan luas, tetapi permainan tidak dipentingkan.

Frobel juga mendjaikan panca indra sebagai konsentrasi pembelajarannya, tetapi yang diutamakan adlah permainan anakanak, kegembiraan anak, sehingga pelajaran panca indra juga diwujudkan mengjadi barang-barang yang menyenangkan anak. Namun, dalam proses pembelajarannya anak masih diperintah.

Taman Siswa bisa dikatakan memakai kedua metode tersebut, akan tetapi pelajaran panca indera dan permainan anak itu tidak terpisah, yaitu dianggap satu. Sebab, dalam Taman Siswa terdapat kepercayaan bahwa dalam segala tingkah laku dan segala kehidupan anak-anak tersebut sudah diisi Sang Maha Among (Pemelihara) dengan segala alat-alat yang bersifat mendidik si anak.

Kaitan filosofi dan prinsip pendidikan yang memerdekakan dengan tujuan pendidikan untuk membentuk profil Pelajar Pancasila. Kaitan filosofis dan prinsip pendidikan yang memerdekakan dengan tujuan pendidikan untuk membentuk profil pelajar pancasila adalah dengan menerapkan metode-metode yang tepat serta pendekatan-pendekatan yang tepat sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya serta menyesuaika gaya belajar dan karakteristik peserta didik maka tujuan pendidikan untuk membentuk peserta didik yang memiliki profil pelajar pancasila akan tercapai.

 



Catatan Hasil Lokakarya 7 Sari Warsiyah

  Catatan Hasil Lokakarya 7 Nama PP : Sari Warsiyah, S.Pd. Kegiatan Lokakarya 7 PGP Angkatan 7 Kabupaten Klaten Dilaksanakan tanggal 27- 28 ...