“PROGRAM MENANAM TOGA DAN WARUNG HIDUP”
Disusun oleh:
Sari Warsiyah, S.Pd.
TK Pertiwi Jogosetran
CGP Angkatan 3 Kabupaten Klaten
Fasilitator : Kresniwiyati, S.Pd, M.Pd.
Pengajar Praktik: Marlinda Astulia Khairiah , S.Pd.
A. Peristiwa (Fact)
1. Latar Belakang
Penanaman tanaman obat-obatan dan sayuran disekitar lahan kosong sekolah sebagai salah satu usaha memperindang sekolah agar menjadi indah dan asri. Lahan yang tadinya hanya ditumbuhi rumput liar, sekarang menjadi lebih bermanfaat. Tanaman obat yang tumbuh di sekitar sekolah tanpa kita sadari ternyata bermanfaat dan dapat berfungsi sebagai obat. Dalam situasi pandemi, kesehatan sangatlah mahal harganya. Pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai obat-obatan tradisonal sebenarnya sudah ada sejak zaman nenek moyang. Pemanfaatan tanaman sebagai obat dilakukan secara sederhana, yaitu dengan cara ditumbuk, diseduh ataupun direbus. Masyarakat menggunakan tradisi pengobatan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan yang ringan seperti mengurangi penyakit flu, batuk, demam, gatal-gatal, sakit perut dan digunakan meningkatkan imunitas tubuh dibuat jamu atau minuman.
Tanaman sayuran disekolah dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran murid dari menanam, memanen hingga memasaknya. Melalui program penanaman Toga dan Warung Hidup di sekolah dapat melatih salah satu life skill yaitu ketrampilan hidup sehat. Melalui program tersebut murid diperkenalkan dengan budaya cinta lingkungan dan peduli kesehatan diri. Serta dapat memotivasi kewirausahaan pada murid. Untuk itu program Toga dan Warung Hidup merupakan sebuah program kokurikuler dan intrakulikuler. Program ini menjadi program kokurikuler agar dapat membantu murid agar bisa mendalami dan menghayati materi salah satu bentuk budidaya tanaman. Kegiatan kokurikuler perlu dilakukan penilaian serta pemantauan agar tujuan bisa tercapai dengan maksimal.
2. Alasan
Kegiatan
TK Pertiwi Jogosetran memiliki modal lingkungan/alam yaitu halaman sekolah yang luas. Beberapa tempat terdapat lahan kosong seperti lahan dipinggir pagar sekolah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal apabila dimanfaatkan dapat memberikan kemanfaatan yang besar. Lahan kosong biasanya dibiarkan begitu saja sehingga hanya ditumbuhi rumput liar. Hal ini terjadi disebabkan minimnya pengetahuan tentang pemanfaatan lahan kosong.
Lahan Kosong |
Lahan kosong dapat dimanfatkan menjadi lahan untuk menanam tanaman obat dan sayuran ataupun bunga-bunga. Bahkan apabila ditata sedemikian rupa dengan baik agar terlihat indah dan asri. Tanaman obat dapat dikembangkan sehingga dalam kondisi tertentu tidak perlu mendatangi atau sebagai pertolongan pertama sebelum dokter (dapat dimanfaatkan untuk sakit-sakit ringan yang memerlukan penanganan cepat). Dan tanaman sayuran dapat dimasak sebagai pemberian makanan sehat bagi murid.
Tanaman Obat dan sayuran selain menjadi aset lingkungan akan dapat menambah aset finansial bagi sekolah, selain dapat dijual untuk pendapatan anggaran juga dapat diolah sendiri sehingga mengurangi anggaran keluar. Bahkan kebun tanaman obat dan sayuran sekolah dapat dijadikan sebagai media pembelajaran menyenangkan bagi murid. Murid dapat belajar bagaimana berkebun, mencintai lingkungan, serta menanamkan jiwa gotong royong. Hal inilah yang mendorong CGP untuk membuat rancangan pemanfaatan lahan kosong menjadi taman Toga dan Warung Hidup.
3.
Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan
a. Koordinasi
dan Sosialisasi Program
Sebelum
melaksanakan Program terlebih dahulu saya melakukan koordinasi dan meminta ijin kepada Kepala Sekolah dan menyampaikan program yang sudah saya rencanakan.
Alhamdulillah Kepala Sekolah mengijinkan dan mendukung program yang sudah saya
rencanakan. Dan saya juga menyampaikan program saya kepada Bapak Penilik.
Koordinasi dengan Kepala Sekolah dan Penilik |
b. Pembentukan Kelompok Kerja (POKJA)
Peserta didik kemudian diajak untuk membentuk kelompok dan berdiskusi tanaman obat dan sayur yang akan ditanam. Disinilah kepemimpinan murid dapat terbentuk dengan mendorong adanya suara (voice), pilihan (choice) dan Kepemilikan (Ownership). Voice (suara) terlihat dengan menanyakan kepada murid tentang tanaman obat dan sayur yang akan ditanam, berdiskusi agar kebun Toga dan Warung Hidup dapat menjadikan lingkungan tampak indah dan asri.
Pilihan (Choice) dapat terbangun dengan memberi kesempatan untuk memilih tanaman obat dan sayur dan hasil panen akan dibuat menjadi produk olahan misalnya racikan jamu, minuman segar, minuman sehat, empon-empons bumbu masak dan lain-lain. Wujud Ownership (Kepemilikan) dalam kepemimpinan murid dimulai dengan mempresentasikan produk yang dihasilkan, bahkan dapat dipromosikan melalui media social. Dari Diskusi ini mereka juga diajak untuk mengembangkan kemandirian, kerapian, kebersihan, kebersamaan dan salin bergotong royong.
Saya berharap murid-murid dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh- sunggu serta memotivasi
murid bahwa negara kita kaya akan tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat,
bahkan banyak sekali jenis tanaman obat yang ada di sekitar kita. Memberi
semangat murid untuk berpartisipasi dalam mengelola lahan sekolah salah satunya
dengan menanam tanaman obat dan sayur di sekolah. Saya menunjukkan macam-macam tanaman obat dan sayur serta manfaatnya dalam bentuk vidio pembelajaran.
Menunjukkan vidio tanaman obat dan sayur serta membuat kesepakatan kelas tentang mencintai lingkungan |
Setelah melihat Vidio anak memilih tanaman apa saja yang akan ditanam, berikut Tanaman Obat dan Sayuran yang ditanam serta manfaatnya antara lain:
- Kemangi : mempercepat penyembuhan luka dan mencegah infeksi, mengurangi stres dan kecemasan, mencegah kangker, menjaga kesehatan pencernaan, mengatasi jerawat
- Serei : mengobati infeksi mulut dan gigi berlubang, mengobati penyakit kulit, mengurangi peradangan, mengurangi diare, mencegah mual dan sakit perut, mengurangi kolesterol, meredakan sakit kepala, dan mengurangi kembung.
- Jahe : meredakan batuk, mengurangi resiko penyakit jantung, mengurangi risiko kanker kolorektal, mencegah diare, meredakan sakit saat menstruasi, menjaga kesehatan mulut, meredakan mual.
- Kencur: meningkatkan nafsu makan, menurunkan kolesterol jahat, sumber antioksidan, mengobati batuk, mengurangi kembung, mencegah kangker, melawan bakteri, mengobati diare
- Kunyit : meningkatkan daya tahan tubuh, mengobati radang, mengobati maag, mengurangi nyeri saat haid, mengatasi kembung, mengobati alergi, menstabilkan kadar gula darah, menurunkan berat badan
- Lidah buaya: mengatasi kulit kering, menurunkan kadar gula darah, meredakan gatal, mengatasi mata bengkak, mengurangi jerawat, mempercepat penyembuhan luka,
- Daun 7 jarum : menurunkan tekanan darah tinggi, anti nyeri,menyehatkan rongga mulut, mengatasi asam urat, mengobati perut kembung, pencegah kangker
- Sawi : sumber vitamin A, mencegah kangker, mengandung folat, menurunkan resiko jantung, meredakan peradangan, mengandung anti oksidan,
- Bayam : mencegah diabetes, mencegah kangker, mencegah stres, menurunkan tekanan darah, menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan mata, meredakan asma.
- Cabai : mencegah peradangan, merwat kesehatan mata, menurunkan resiko serangan jantung, sumber energi karbohidrat, meningkatkan imun
- Tomat : melawan kolesterol jahat, mencegah obesitas, menjaga penglihatan, memperlancar pencernaan, memperbaiki kesehatan kulit, mengobati radang, menjaga kesehatan jantung.
c. Proses Penanaman Toga dan Warung Hidup
|
Bergotong royong membersihkan lahan |
Penyiapan lahan tanam |
Penanaman Tanaman Obat dan Sayur |
Murid menyusun hasil yang mereka tanam |
|
Merawat tanaman |
d. Evaluasi
Kegiatan Penanaman
Setelah
penanaman, murid melakukan refleksi terkait kegiatan yang sudah dilakukan dan
refleksi diri terkait dengan pemahamannya terhadap budidaya tanaman obat dan
warung hidup telah dibuat dan mengetahui sejauh mana minat murid dalam mengikuti projek ini. Dari hasil refleksi, mereka sangat gembira dapat
mengikuti program ini, berharap kedepan terus dapat melanjutkan program untuk
merawat sampai nanti dapat melaksanakan panen.
B. Perasaan
(Feeling)
Saya
merasa senang membersamai murid-murid melaksanakan kegiatan aksi nyata dalam
mewujudkan kepemimpinan murid melalui program kebun toga dan warung hidup
dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar sekolah dan saya juga merasa bangga
terhadap apa yang mereka lakukan dalam perencanaan proyek. Mereka mengambil
peran voice, choice dan ownership.
C. Pembelajaran
(Finding)
Dalam
aksi nyata pengelolaan program yang berdampak pada murid yaitu menanam Toga dan
Warung Hidup memberikan pembelajaran/pengalaman kepada saya untuk mewujudkan :
1) Bagaimana
murid menggunakan pola pikir positif saat melakukan penentuan tanaman,
pengolahan lahan, perawatan tanaman, dan pengolahan hasil panen. Misalnya,
menghargai pendapat yang berbeda saat memilih jenis tanaman, berempati
meminjamkan alat kepada teman saat pengelolaan lahan, saling bekerjasama dan
melakukannya sepenuh hati saat perawatan lahan dan saat pengelolaan hasil panen
nantinya.
2)
Mengembangkan keterampilan berinteraksi sosial secara positif, arif
dan bijaksana dengan melakukan pengolahan lahan dan perawatan tanaman dilakukan
secara bersama-sama saling bekerjasama, dan sepenuh hati mewujudkan kebun Toga dan
Warung Hidup.
3)
Melatih keterampilan yang dibutuhkan murid dalam
proses pencapaian tujuan akademik maupun non-akademiknya yaitu
melalui program kebun Toga dan Warung Hidup diharapkan menumbuhkan kepedulian
terhadap lingkungan, memiliki budaya bersih dan sehat, serta memiliki
pengalaman mengolah lahan, merawat tanaman, dan pengelolaan hasil.
4)
Melatih murid untuk menerima dan memahami kekuatan diri, sesama,
serta masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Kegiatan kebun Toga dan
Warung Hidup membutuhkan banyak pengetahuan dan keterampilan dalam
menyukseskannya. Oleh karena diperlukan kerja sama antar warga kelas, sehingga
dapat memotivasi murid untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan diri serta
berempati terhadap kelebihan dan kekurangan orang lain.
5)
Membuka wawasan murid agar dapat menentukan dan menindaklanjuti tujuan,
harapan atau mimpi yang manfaat dan kebaikannya melampaui pemenuhan
kepentingan individu, kelompok, maupun golongan. Program Kebun Toga dan
Warung Hidup membuka wawasan murid dalam pengelolaan lingkungan dengan
memanfaatkan lahan kosong atau tidak berguna baik di sekolah dan dapat
mengembangkannya di rumah.
6)
Berkomitmen untuk menempatkan murid sedemikian rupa sehingga aktif
menentukan proses belajarnya sendiri. Kegiatan kebun Toga dan Warung Hidup
murid terlibat aktif sejak perencanaan (penetuan tanaman, teknik pengelolaan
lahan), pelaksanaan (perawatan tanaman), sampai hasil panen nantinya
(pengelolaan hasil panen)
7)
Menumbuhkan daya lenting dan sikap tangguh murid untuk terus bangkit di
tengah kesempitan dan kesulitan. Pada semua tahapan, baik penyiapan lahan,
perawatan tanaman, sampai pengelolaan hasil panen kadang muncul hal-hal di luar
harapan. Ketangguhan siswa mencari solusi atas tantangan dan sikap pantang
menyerah sampai dapat menikmati hasil panen menjadi modal positif saat mereka
tumbuh dewasa kelak.
D. Penerapan
Ke depan (Future)
Rencana
Perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang yaitu:
1.
Lahan TK Pertiwi Jogosetran masih ada yang belum termanfaatkan sehingga untuk
kedepannya dapat mengusulkan sekolah untuk membuat program sejenis untuk
memanfaatkan lahan kosong tersebut dengan aneka tanaman obat dan sayuran yang
lebih lengkap.
2.
Program ini dapat berlanjut dengan cara memasukkan sebagai kegiatan intrakurikuler,
sehingga aset yang dimiliki sekolah dapat termanfaatkan dengan baik dan
mendorong adanya kepemimpinan murid (voice, Choice dan ownership).
3. Penentuan
jadwal piket perlu dilakukan dalam usaha perawatan tanaman sampai pengolahan
hasil panen.
4. Hasil
panen dapat dibuat produk olahan yang nantinya dapat diperjualbelikan pada
kegiatan market day.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar