Jumat, 13 September 2024

Rencana Tindak Lanjut PI 5 Sari Warsiyah

 Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Pendampingan Individu 5

 

Nama Pengajar Praktik : Sari Warsiyah, S.Pd.

Tanggal Pelaksanaan     : 12-19 September 2024

 

 Tujuan Pendampingan Individu

Bertujuan untuk membantu Calon Guru Penggerak menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya sehingga Calon Guru Penggerak mampu:

1. Mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi, dan kolaborasi;

2. Memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik;

3. Merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua;

4. Membantu Calon Guru Penggerak menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya

Tema Pendampingan: Rancangan Program yang Berpihak pada Murid 

Fokus Pendampingan:

a) Refleksi penerapan aksi nyata modul 3.1 

b) Diskusi rancangan program yang berdampak pada murid

c) Diskusi perkembangan komunitas praktisi yang dijalankan di sekolah serta implementasi dari rencana di lokakarya 3 untuk berbagi ke rekan sejawat

Penilaian: Keterampilan coaching untuk supervisi akademik

Pada pendampingan Individu ke 5 ini, pada bagian inti aktivitas pendampingan yaitu CGP melakukan refleksi aksi nyata modul 3.1, diskusi rancangan program yang berdampak pada murid, diskusi perkembangan komunitas praktisi dilingkungan sekolah dan PP hadir melakukan penilaian coaching pada saat CGP melaksanakan coaching Pasca Observasi dengan Teman Sejawat .

Untuk Capaian refleksi aksi nyata modul 3.1, hampir semua CGP dapat merefleksikan pengalamannya dengan baik, mereka dapat mengambil keputusan dari sebuah kasus/masalah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Untuk capaian dalam merancang sebuah program yang berdampak pada murid, masih ada beberapa CGP yang kesulitan membuat nama judul programnya supaya orang lain yang membacanya menjadi tertarik dan ingin tahu lebih banyak tentang program CGP. Sedangkan untuk perkembangan komunitas praktisi yang telah diterapkan CGP disekolah, sebagian CGP sudah merintis komunitas praktisi dan ada beberapa yang belum merintis tetapi mereka mengembangkan serta melanjutkan komunitas praktisi yang sudah ada. Dan untuk praktik percakapan coaching pasca observasi yang dilakukan CGP dengan teman sejawat, sebagian besar sudah sesuai dengan alur TIRTA, meskipun ada beberapa yang belum sesuai.

Secara umum, Pendampingan individu 5 ini sudah tercapai tujuannya karena CGP dapat memanfaatkan pendampingan ini secara maksimal dengan cara berdiskusi dengan PP tentang hal-hal yang kurang paham sehingga mereka dapat merefleksikan serta menindaklanjuti apa yang perlu CGP perbaiki kedepannya. Maka untuk meningkatkan kompetensi CGP berdasarkan pendampingan individu ke 5 ini, Rencana Tindak Lanjut pada pendampingan berikutnya setelah lokakarya ke 5 adalah:

Memberikan motivasi kepada CGP untuk Mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi dan kolaborasi.

Memotivasi  CGP untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam  merancang program yang berpihak pada murid.

Memotivasi CGP untuk merintis komunitas praktisi baru dilingkungan sekolahnya yang dapat memberi manfaat kepada pembelajaran yang berpihak pada murid.

Memotivasi CGP untuk terus mengasah kemampuannya dalam melakukan coaching supervisi akademik secara konsisten dan berkesinambungan baik kepada rekan sejawat maupun rekan guru.

Untuk mengetahui perkembangan kompetensi yang dimiliki CGP, maka CGP diminta untuk menyebarkan kuisioner survey feedback 360 sesuai peran dan jenjangnya dengan responden Kepala Sekolah, rekan Guru (5 Orang), perwakilan Murid (5 Orang).

Untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki CGP, CGP diminta untuk melakukan diskusi Pemetaan Aset dengan mengundang Kepala sekolah, rekan guru, murid, orang tua serta tokoh masyarakat. Dalam kegiatan ini, CGP diminta untuk membuat notulen diskusi, mengambil foto kegiatan serta mengumpulkan hasil pemetaan asset sekolah.

Rencana tindak lanjut ini dapat terlaksana dengan baik jika ada kerjasama yang baik antara Kepala sekolah, CGP dan Rekan sejawat, maka diharapkan Kepala Sekolah, Rekan sejawat selalu memberikan dukungan dan motivasi yang selama ini diberikan terhadap CGP dalam menjalani pendidikan guru penggerak ini.

Demikian Rencana Tindak Lanjut yang akan saya laksanakan setelah pendampingan individu ke 5 ini, Semoga bisa terlaksana dan terealisasi sesuai dengan harapan PP dalam mendampingi CGP, agar CGP dapat menjadi Transformasi perubahan sebagai Pemimpin Pembelajaran di komunitasnya sesuai dengan tujuan Pendidikan Guru Penggerak.

Sabtu, 24 Agustus 2024

Catatan Hasil Lokakarya 4 Sari Warsiyah

 CATATAN HASIL LOKAKARYA 4

PP : Sari Warsiyah, S.Pd.

 

1. Peserta

Lokakarya 4 di ruang kelas J berjumlah 18 calon guru penggerak dan 3 Pengajar Praktik ( Ibu Nining Margi Budi Rahayu, Bapak Sriyanto dan Ibu Sari Warsiyah) semuanya hadir tepat waktu.

Calon guru penggerak lokakarya 4 antusias dan semangat mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

2. Aktivitas pembelajaran

Dalam lokakarya 4 ini ada 6 agenda yaitu:

1) Pembukaan

2) Reviu materi dan refleksi pengalaman coaching

3) Praktik coaching

4) Umpan balik praktik coaching

5) Praktik rangkaian supervisi akademik dengan pola pikir coaching

6) Penutup dan refleksi

 

@   1)  Pembukaan (08.00 – 08.30) dipandu oleh Pengajar Praktik Ibu Nining

Kegiatan lokakarya 4 dimulai tepat pukul 08.00, dengan pembukaan yang dipimpin oleh Pengajar Praktik Ibu Nining. Pembukaan diawali dengan salam, sapa serta doa kemudian dilanjutkan dengan ice breaking, Penjelasan Tujuan, agenda, dan Kesepakatan Belajar.

@   2)  Reviu materi dan refleksi pengalaman coaching ( 08.30 – 09.15) dipandu oleh

Pengajar Praktik Ibu Nining

Calon guru penggerak melakukan kegiatan reviu dengan menjawab beberapa pertanyaan terkait materi coaching. Pengajar Praktik memberi kesempatan seluruh calon guru penggerak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu kemudian Pengajar Praktik meminta konfimasi calon guru penggerak lain dan memberikan penguatan.

 

Selanjutnya calon guru penggerak melakukan refleksi pengalaman coaching secara kelompok bersama Pengajar Praktik masing-masing. Calon guru penggerak menuliskan 4 hal tentang: hal yang menarik, hal yang sulit, insight yang didapatkan serta yang belum dipahami. Calon guru penggerak menurlikan 4 hal tersebut dalam post it yang berbeda warna. Pengajar Praktik membagikan kertas plano kepada setiap kelompok. Calon guru penggerak menempelkan post it sesuai klasifikasinya lalu membahasnya dibawah bimbingan Pengajar Praktik masing-masing.

 

@   3) Praktik Coaching ( 09.15 – 11. 00) dipandu oleh Pengajar Praktik Ibu Nining

Masih dalam kelompok yang sama, dalam kegiatan ini calon guru penggerak praktik coaching secara berantai dengan urutan  sebagai berikut:

A (coach) – B (coachee),

B (coach) – C (coachee),

C (coach) – D (coachee),

D (coach) – E (coachee),

E (coach) – F (coachee),

F (coach) – A (coachee).

Setiap pasangan diberi waktu 10 menit untuk praktik. Pada saat sepasang calon guru penggerak sedang praktik, calon guru penggerak lainnya menjadi pengamat sehinga setiap calon guru penggerak akan memainkan 3 peran yaitu sebagai coach, coachee dan pengamat. Pengajar Praktik mendistribusikan lembar pengamatan coaching kepada calon guru penggerak. Calon guru penggerak mencatat pengamatan. Hasil pengamatan dibahas bersama Pengajar Praktik dalam kegiatan umpan balik praktik coaching.

@   4) Umpan balik praktik coaching ( 11.00 – 11.45) dipandu oleh Pengajar Praktik

Bapak Sriyanto Pengajar praktik menjelaskan gambaran aktivitas refleksi yang akan dilakukan oleh calon guru penggerak. Pengajar praktik memimpin diskusi pemberian umpan balik. Calon guru penggerak menyampaikan hasil catatan pengamatan masing-masing. Setelah semua giliran selesai, pengajar praktik mengapresiasi semua hasil umpan balik.

@   5)  Praktik rangkaian supervisi akademik dengan pola pikir coaching (12.45-14.30)

Sesi ini dipandu oleh Pengajar Prakti Bapak Sriyanto

Pengajar praktik menjelaskan gambaran aktivitas praktik penerapan coaching

dalam supervisi akademik. Dalam praktik ini Pengajar Praktik membagikan 4 lembar formulir yang dapat membantu menjalankan supervisi akademik. Pengajar praktik memberikan kesempatan bertanya kepada calon guru penggerak. Calon guru penggerak mencari pasangannya masing-masing.

Calon guru penggerak melaksanakan praktik rangkaian supervisi akademik dengan durasi Pra Observasi 5 menit, Observasi rekaman viedo pembelajaran 20 menit dan pasca observasi 10 menit. Calon guru penggerak bergantian peran dengan durasi yang sama.

Setelah praktik supervis selesai Pengajar Praktik melakukan refleksi singkat dalam kelas besar dipimpin oleh Ibu Sari Warsiyah. Pengajar Praktik mengajukan pertanyaan berdasarkan 4P ( Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, dan Penerapan ke depan) dan minta jawaban beberapa Calon Guru Penggerak dalam tiap tahapannya. Pengajar praktik memberikan apresiasi terhadap semua jawaban, usaha dari calon guru penggerak.

@   6) Penutupan dan refleksi dipandu oleh Pengajar Prakti Ibu Sari Warsiyah

Kegiatan penutup diisi dengan Refleksi, penugasan, doa penutup dan foto

bersama.

3. Produk yang dihasilkan

Pada lokakarya 4 ini calon guru penggerak menghasilkan produk berupa:

1) Hasil identifikasi kekuatan, area pengembangan dan umpan balik guru/rekan sejawat

2) Rencana perbaikan dan strategi pengembangan proses pembelajaran yang berpihak pada murid

4. Ketercapaian tujuan belajar

Indikator ketercapaian tujuan lokakarya 4 adalah:

1) Peserta mampu menunjukkan kemampuan coaching yang dimilikinya

2) Peserta mampu mengidentifikasi kekuatan, area pengembangan dan menyusun rencana perbaikan dalam proses pembelajaran yang berpihak pada murid

3) Peserta mampu menunjukkan kemampuan melakukan rangkaian supervisi akademik dengan menggunakan pola pikir coaching

5. Kesimpulan dan Refleksi pembelajaran

Pengajar Praktik mengajak peserta untuk merefleksikan pengalamannya selama berproses di Lokakarya 4.

Pengajar Praktik memimpin refleksi ini, dengan membahas hal-hal yang dipelajari serta

hal-hal yang ingin ditingkatkan pada dalam diri terkait aktivitas di Lokakarya 4. Pengajar Praktik mengundang 2-3 calon guru penggerak untuk berbagi hasil refleksinya dalam kelompok besar.

Dalam refleksinya calon guru penggerak menyampaikan hal baik yang sudah dilakukan dan hal yangbisa ditingkatkan kedepannya. Pengajar Praktik mengapresiasi hasil refleksi calon guru penggerak.

 

Penugasan

Pengajar Praktik menjelaskan tugas untuk Calon Guru Penggerak yang berhubungan

dengan paket modul 2. Pengajar Praktik mengingatkan peserta untuk melakukan evaluasi kegiatan guna menilai kepuasan peserta pada program serta untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki pemandu di lokakarya selanjutnya pada Lembar yang berjudul “Penilaian Kinerja Pengajar Praktik Oleh CGP (Calon Guru Penggerak)”.

Pengajar Praktik menutup sesi Lokakarya 4 dan mengajak Calon Guru Penggerak untuk berfoto bersama.

Kamis, 22 Agustus 2024

Rencana Tindak Lanjut PI4

 Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Pendampingan Individu 4

 

Nama Pengajar Praktik : Sari Warsiyah, S.Pd.

Tanggal Pelaksanaan : 15-22 Agustus 2024

 

· Tujuan Pendampingan Individu

Bertujuan untuk membantu Calon Guru Penggerak menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya sehingga Calon Guru Penggerak mampu:

1. Mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi, dan kolaborasi;

2. Memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik;

3. Merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua;

4. Membantu Calon Guru Penggerak menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya

.

· Tema Pendampingan: Evaluasi dan Pengembangan Proses Pembelajaran

· Fokus Pendampingan:

Observasi kelas CGP untuk melihat penerapan dari modul budaya positif, pembeljaaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial-emosional.

Penilaian Observasi Praktik Pembelajaran

 

Pada pendampingan Individu ke 4 ini, pada bagian inti aktivitas pendampingan yaitu CGP melakukan praktik mengajar pembelajaran berdiferensiasi yang diintegrasikan dengan Kompetensi Sosial Emosional dengan berpedoman RPP berdiferensiasi KSE yang sudah direvisi oleh PP. sebelum melakukan praktik mengajar, PP melakukan Coaching pra observasi ke CGP dengan menanyakan tujuan pembelajarannya, area pengembangan yang akan dinilai serta strategi yang dilakukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai (lampiran 4). Selanjutnya PP melakukan observasi di kelas CGP dengan penilaian sesuai rublik instrument observasi pembelajaran (lampiran 5).Kemudian selanjutnya dilakukan refleksi pembelajaran serta tindak lanjutnya (lampiran 6) kemudian CGP melakukan rencana pengembangan diri (lampiran 7).

Untuk Capaian praktik mengajar pembelajaran berdiferensiasi yang diintegrasikan Kompetensi social emosional, hampir semua CGP dapat melakukannya dengan baik meskipun ada beberapa yang harus ditingkatkan diantaranya pembelajaran  berpusat kepada murid perlu ditingkatkan karena masih ada beberapa CGP yang masih lebih dominan dari pada muridnya meskipun ada interaksi dengan murid tetapi masih terbatas. Diferensiasi konten yang dilakukan CGP ada beberapa yang perlu ditingkatkan serta ada beberapa CGP untuk diferensiasi produk yang dihasilkan murid belum terlihat.

Tetapi secara umum, praktik mengajar CGP pembelajarannya sudah tercapai tujuannya dan murid terlihat senang dan antusias terhadap pembelajaran berdiferensiasi KSE ini karena murid menjadi mengenal teknik mindfulness STOP dan hal-hal baru yang belum murid pelajari sebelumnya. Maka untuk meningkatkan kompetensi CGP dalam melakukan Supervisi Akademik terutama terhadap teman sejawat dengan berdasarkan pendampingan individu ke 4 ini, Rencana Tindak Lanjut pada pendampingan berikutnya setelah lokakarya ke 4 adalah:

1. Mengajak satu orang teman sejawat untuk dibimbing dan dicoaching .

2. Membimbing teman sejawat dalam menyusun RPP dan juga melakukan koreksi RPP yang disusun. Hasil koreksi CGP menjadi dasar perbaikan RPP oleh teman sejawat.

3. Menetapkan jadwal observasi pembelajaran, pelaksanaan observasi minimal 2 jam pelajaran dan dapat dilakukan secara daring maupun luring.

4. Melakukan coaching supervise akademik dengan melakukan coaching pra observasi, observasi pembelajaran dikelas teman sejawat, hasil catatan observasi diserahkan kepada PP pada saat Pendampingan individu 5 menggunakan instrument observasi yang ada pada pembelajaran modul 2.3.

Rencana tindak lanjut ini dapat terlaksana dengan baik jika ada kerjasama yang baik antara Kepala sekolah, CGP dan Rekan sejawat, maka diharapkan kepala sekolah, Rekan sejawat selalu memberikan dukungan dan motivasi yang selama ini selalu diberikan terhadap CGP dalam menjalani pendidikan guru penggerak ini.

 

 

Minggu, 14 Juli 2024

Catatan Hasil Lokakarya 3 Kelas E Pendidikan Guru Peggerak Angkatan 10

 Catatan Hasil Lokakarya 3 Kelas E

PP. Sari Warsiyah, S.Pd.

1. PESERTA

Pelaksanaan Lokakarya 3 Kab. Klaten di laksanakan pada Hari Minggu,  Tanggal14 Juli 2024 Lokasi lokakarya bertempat di SMKN 3 Klaten, Jl. Merbabu No. 11, Gayamprit, Klaten Selatan. Acara Lokakarya 3 ini berlangsung lancar dan sukses.

Peserta pada Lokakarya 3 di Kelas E terdiri dari 3 Pengajar Praktik Bapak Budi Nugroho, S.Pd. SD., M.Pd., Bapak Nur Setyadi, S.Pd., dan Ibu Sari Warsiyah, S.Pd. beserta 17 Calon Guru Penggerak.

2. AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Aktivitas lokakarya orientasi di kelas C terdiri dari 6 sesi aktivitas yang sudah diagendakan yaitu

Pembukaan dan sambutan diisi dengan icebreaking perkenalan serta membuat kesepakatan kelas agar kegiatan lokakarya C ini dapat berjalan lancar.

Simulasi Pembelajaran Berdiferensiasi, PP menjelaskan pelaksanaan simulasi mengajar dan membagi peran CGP sesuai dengan kesepakatan, ada yang berperan sebagai Guru, Observer dan Murid. Observer menilai jalannya simulasi dengan panduan lembar observasi simulasi mengajar selanjutnya ada Tanya jawab antara Simulator dan Observer. Sesi ini diakhiri dengan refleksi hasil simulasi mengajar pembelajaran berdiferensiasi.

Praktik 3 teknik Mindfulness dan refleksinya yaitu teknik STOP, mendengarkan dengan sadar (listening mindfulness) dan melihat dengan sadar (seeing mindfulness). Pelaksanaannya berlangsung lancar.

Praktik Integrasi Kompetensi Sosial Emosional Dalam Rencana Pembelajaran, CGP diminta untuk memasukkan 5 Kompetensi Sosial Emosional dalam RPP berdiferensiasi yang mereka miliki secara berkelompok, setiap kelompok terdiri dari 3 orang CGP dan setiap kelompok memilih salah satu RPP berdiferensiasi dari anggota kelompoknya kemudian didiskusikan untuk memasukkan 5 Kompetensi Sosial Emosional. Selanjutnya berdasarkan undian, salah satu kelompok mensimulasikan hasil kerja kelompoknya sedangkan yang lain menjadi Observer dan Murid.

Strategi Berbagi Hasil Pembelajaran, CGP diminta untuk membuat kelompok yang terdiri dari 5 orang CGP, selanjutnya mendiskusikan strategi berbagi hasil pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi social emosional. Kemudian setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya..

Kegiatan lokakarya ditutup dengan refleksi selama kegiatan dengan diminta CGP menuliskan dikertas post-it dengan warna berbeda tentang perasaannya setelah mengikuti lokakarya 3 ini,apa saja yang sudah dipelajari dan bagaimana penerapannya di sekolah masing-masing CGP.

Dalam melakukan aktivitas ini dipandu oleh 3 Pengajar praktik secara bergantian tujuannya supaya CGP tidak bosan, ke 3 Pengajar praktik sangat antusias dan semangat dalam membawakan sesi per sesi dengan cara yang menarik sehingga para peserta lokakarya merasa senang dan nyaman.

 

3. PRODUK YANG DIHASILKAN

Produk yang dihasilkan dalam lokakarya 3 ini adalah

1. Hasil refleksi dari simulasi dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Pada penerapan pembelajaran berdiferensiasi, CGP mengisi lembar LK panduan Observasi Mengajar Pembelajaran berdiferensiasi.

2. Hasil refleksi dari praktik mindfulness dan integrasi 5 kompetensi social emosional dalam praktik mengajar. Pada sesi kegiatan integrasi 5 kompetensi social emosional ke dalam pembelajaran berdiferensiasi, CGP diminta untuk mengisi lembar LK panduan Observasi mengajar pembelajaran berdiferensiasi yang sudah diintegrasikan 5 kompetensi social emosional.

3. Strategi berbagi pengalaman belajar dengan rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi social emosional. CGP membuat mind mapping mengenai strategi berbagi pengalaman belajar kepada rekan sejawat dengan cara berdiskusi.

 

4. KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

Selama lokakarya ini berlangsung, Alhamdulillah tujuan pembelajaran tercapai pada setiap sesinya, yaitu;

1. CGP mampu mensimulasikan pembelajaran berdiferensiasi serta melakukan refleksi bersama.

2. CGP mampu melakukan refleksi terhadap praktik 3 teknik mindfulness yaitu teknik STOP, Listening mindfulness dan Seeing mindfulness.

3. CGP mampu memasukkan 5 kompetensi Sosial Emosional kedalam Rencana Pembelajaran berdiferensiasi serta melakukan refleksi bersama.

4. CGP dapat membuat Strategi berbagi pengalaman belajar mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi social emosional kepada rekan sejawat dengan cara mempresentasikan di depan kelompok CGP lain.

 

5. KESIMPULAN dan REFLEKSI PEMBELAJARAN

Kesimpulan dan refleksi yang didapat dari CGP selama mengikuti kegiatan lokakarya 3 ini, yaitu:

Kesimpulan:

1. Seluruh kegiatan di setiap sesi lokakarya dilaksanakan sesuai dengan buku pegangan lokakarya.

2. Tujuan dari setiap sesinya dapat tercapai oleh masing-masing CGP dengan melakukan Simulasi dan presentasi serta mendapatkan umpan balik dari Observer.

3. Begitupula pada Simulasi mengajar, CGP mampu melakukannya sesuai peran menjadi Guru, Murid dan Observer.

4. CGP merasa senang dan sangat antusias dalam menjalankan setiap sesi kegiatan pada lokakarya 3 ini.

Refleksi :

Alhamdulillah CGP dalam mengikuti lokakarya 3 ini mereka merasa senang, banyak ilmu yang mereka dapat dari teman CGP lain yang berbeda jenjang yaitu dari TK, SD dan SMP. Banyak yang mereka pelajari pada lokakarya 3 ini dari simulasi pembelajaran berdiferensiasi, praktek teknik mindfulness yaitu dengan Teknik STOP, mendengarkan dengan sadar (listening mindfulness), melihat dengan sadar (seeing mindfulness), praktek mengintegrasikan 5 kompetensi social emosional ke dalam pembelajaran berdiferensiasi kemudian mensimulasikannya dan diskusi tentang strategi berbagi kepada teman sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi. CGP akan menerapkan pelajaran yang mereka dapatkan pada lokakarya ini di kelas yang mereka ampu dan berbagi ilmu kepada rekan sejawat yang ada disekolahnya.

Pengajar Praktik juga merasa senang dengan hasil refleksi CGP, walaupun ada beberapa kendala dalam pelaksanaan lokakarya, ternyata tidak berdampak terhadap hasil belajar CGP. Ke depannya Pengajar Praktik dalam memandu lokakarya akan lebih baik lagi dalam memberikan materi maupun teknik-teknik pendampingan supaya CGP merasa nyaman dan senang dalam mengikuti lokakarya. Sehingga Tujuan lokakarya dapat tercapai sesuai dengan diharapkan oleh semua pihak.

 

 

Kamis, 11 Juli 2024

Rencana Tindak Lanjut PI3 Sari Warsiyah

Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Pendampingan Individu 3

Nama Pengajar Praktik : Sari Warsiyah, S.Pd.

Tanggal Pelaksanaan : 05-11 Juli 2024

² Tujuan Pendampingan individu

Bertujuan untuk membantu Calon Guru Penggerak menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya sehingga Calon Guru Penggerak mampu:

1. Mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi, dan kolaborasi;

2. Memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik;

3. Merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua;

4. Membantu Calon Guru Penggerak menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya

.

² Tema Pendampingan: Implementasi Pembelajaran yang Berpihak pada Murid

² Fokus Pendampingan:

1. Refleksi hasil survei (feedback 360) + penilaian sendiri tentang kompetensi guru penggerak

2. Diskusi rencana menerapkan pembelajaran sosial-emosional

3. Diskusi hasil lokakarya 2 (keterlaksanaan dari tahapan BAGJA)

 

   Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan untuk pendampingan berikutnya adalah sama seperti pendampingan sebelumnya yaitu dengan selalu memberikan motivasi kepada CGP dalam mengerjakan tugas-tugas yang ada di LMS, karena sebagian besar CGP mempunyai masalah dalam mengatur waktu. Supaya mereka tidak tertinggal dalam mengupload tugas. Selain itu juga memberikan apresiasi dan umpan balik terhadap hal-hal yang telah dicapai CGP selama 1 bulan terakhir yaitu  membuat RPP diferensiasi dan mempelajari tentang 5 kompetensi social emosional yang ada dalam diri murid.

    Pada pendampingan Individu ke 3 ini, capaian CGP mengenai perubahan diri dengan merefleksi survey (umpan balik 360) dan asesmen mandiri tentang kompetensi guru penggerak, Semua CGP sudah melakukan perubahan terhadap kompetensi yang dimilikinya apa yang harus dilanjutkan, dihentikan, dan baru dimulai. Semuanya itu diimplementasikan langsung di kelas CGP dengan melakukan pembelajaran yang berpihak kepada murid sesuai dengan hasil umpan balik Kepala sekolah, Teman sejawat dan murid.

  Untuk Capaian rencana penerapan pembelajaran social emosional, hampir semua CGP sudah merencanakannya serta harapannya dalam menerapkan pembelajaran social emosional bagi murid. Sedangkan untuk Capaian keterlaksanaan tahapan BAGJA, hampir semua CGP sudah merevisi prakarsa perubahannya sesuai dengan umpan balik dari CGP lain pada lokakarya 2. Sebagian besar CGP belum melaksanakannya di kelas dikarenakan libur sekolah. CGP juga mengungkapkan tantangan yang mereka hadapi dalam melaksanakan prakarsa perubahan melalui tahapan BAGJA.

      Berdasarkan pendampingan individu ke 3 ini, maka Rencana Tindak Lanjut pada pendampingan berikutnya setelah lokakarya ke 3 adalah:

1. Memberikan motivasi serta masukan atau gagasan kepada CGP dalam mengerjakan tugas-tugas yang ada di LMS supaya dapat tepat waktu sesuai dengan jadwal upload tugasnya.

2. Memberikan semangat dan dorongan untuk menjadi pemimpin pembelajaran di sekolahnya.

3. Menyesuaikan waktu kunjungan pendampingan berikutnya dengan kesepakatan yaitu sesudah jam pembelajaran supaya CGP lebih focus dalam pendampingan.

4. Memberikan umpan balik terhadap capaian yang diperoleh CGP dalam mempelajari materi pada modul yang ada.

5. Meminta CGP untuk menyusun RPP dengan unsur diferensiasi yang diintegrasikan dengan kompetensi social emosional dan budaya positif selanjutnya dikoreksi PP untuk diberikan umpan balik, kemudian CGP memperbaikinya. Untuk waktunya sesuai dengan kesepakatan.

6. Melakukan observasi pembelajaran yang dilakukan CGP di kelas mengenai pembelajaran diferensiasi yang diintegrasikan dengan 5 kompetensi social emosional. Jadwal observasi sesuai dengan kesepakatan.

        Rencana tindak lanjut ini dapat terlaksana dengan baik jika ada kerjasama yang baik antara Kepala sekolah, CGP, Rekan sejawat, dan murid maka diharapkan kepala sekolah, rekan sejawat selalu memberikan dukungan dan motivasi yang selama ini selalu diberikan terhadap CGP dalam menjalani pendidikan guru penggerak ini.

 

Sabtu, 15 Juni 2024

Rencana Tindak Lanjut Pendampingan Individu 2

 Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pendampingan Individu 2

Calon Guru Penggerak Angkatan 10

Kabupaten Klaten

 

Nama Pengajar Praktik    : Sari Warsiyah, S.Pd.

Tanggal Pelaksanaan        : 07 Juni – 13 Juni 2024

 

A.    Tujuan Pendampingan individu

Bertujuan untuk membantu Calon Guru Penggerak menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya sehingga Calon Guru Penggerak mampu:

1.    Mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi, dan kolaborasi;

2.    Memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik;

3.    Merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua;

4.    Membantu Calon Guru Penggerak menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya.


B. Fokus Pendampingan:

    • Diskusi refleksi diri tentang lingkungan belajar di sekolah 
    • Diskusi refleksi perubahan diri setelah mempelajari modul 1.1, 1.2 dan 1.3
    • Diskusi rencana merintis komunitas praktisi di sekolah, berdasarkan hasil pemetaan di lokakarya 1
    • Mengkomunikasikan visi dan prakasra perubahan ke KS dan warga sekolah dengan dimoderasi oleh PP

 

    Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan untuk pendampingan berikutnya adalah selalu memberikan motivasi kepada CGP dalam mengerjakan tugas-tugas yang ada di LMS, karena sebagian besar CGP mempunyai masalah dalam mengatur waktu. Supaya mereka tidak tertinggal dengan jadwal terakhir dalam mengupload tugas. Selain itu juga memberikan apresiasi dan umpan balik terhadap hal-hal yang telah dicapai CGP setelah pendampingan Individu 2 dan lokakarya ke 2.

    Pada pendampingan Individu ke 2 ini, capaian CGP mengenai perubahan diri setelah mempelajari modul 1.1, 1.2 dan 1.3 semua CGP sudah melakukan perubahan dan diimplementasikan langsung di kelas CGP dengan melakukan pembelajaran yang berpihak kepada murid sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya serta memberikan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bervariasi tidak membosankan. Perubahan ini mendapat respon positif dari peserta didik dengan ditandai mereka semakin bersemangat dan antusias dalam belajar.

    Untuk Capaian rencana merintis Komunitas Praktisi, sebagian CGP ada yang sudah memiliki peran/ pengaruh terutama dilingkup komunitas praktisi yang sudah terbentuk seperti PKG dan KKG. Sedangkan untuk dilingkup sekolah CGP sendiri, ada yang sudah merintis dan sudah berjalan tinggal menumbuh kembangkan, ada yang masih dalam tahap menyusun rencana dan adapula yang belum dan akan dimulai pada Tahun Ajaran baru. PP memberikan motivasi serta masukan berupa gagasan/ ide-ide kepada CGP baik yang sudah menyusun rencana maupun yang baru akan memulai di sekolahnya supaya apa yang telah direncanakan CGP untuk merintis komunitas praktisi di sekolahnya bisa  terlaksana dan dapat bermanfaat bagi diri CGP maupun orang lain.

    Sedangkan untuk Capaian memfasilitasi Diskusi Visi dan Prakarsa Perubahan sekolah yang dilakukan CGP juga mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Kepala sekolah serta Rekan sejawat dengan bantuan dalam mempersiapkan segala sesuatunya dari mulai mempersiapkan tempat diskusi serta alat-alat yang dibutuhkan. Dalam diskusi ini kepala sekolah bersama Rekan sejawat berkontribusi aktif dalam memberikan pendapat dan masukan kepada CGP untuk merefleksi bersama Visi yang ada disekolah dengan cita-cita/ Visi warga sekolah apakah sudah sesuai atau belum. Dengan kolaborasi yang baik antara kepala sekolah dan Rekan sejawat ini maka CGP berhasil dalam membuat Visi sekolah yang berpihak kepada murid yang sesuai dengan profil pelajar pancasila.

    Dengan berdasarkan pendampingan individu ke 2 ini, maka Rencana Tindak Lanjut pada pendampingan berikutnya setelah lokakarya ke 2 adalah:

1. Memberikan motivasi serta masukan atau gagasan kepada CGP dalam mengerjakan tugas-tugas yang ada di LMS supaya dapat tepat waktu sesuai dengan jadwal upload tugasnya.

2. Memberikan semangat dan dorongan untuk menjadi pemimpin pembelajaran di sekolahnya.

3. Memberikan umpan balik terhadap capaian yang diperoleh CGP dalam mempelajari materi pada modul yang ada.

4. Memberikan informasi-informasi penting yang dibutuhkan CGP terkait dengan pelaksanaan PGP.

5. CGP menyebarkan, mengumpulkan dan menginput survey di LMS (satu minggu sebelum PI 3) lembar kuisioner survey umpan balik dengan responden kepala sekolah, rekan guru (5 orang) dan perwakilan murid CGP (5 orang).

6. CGP mengisi lembar asesmen mandiri kompetensi guru penggerak di LMS

7. CGP membuat refleksi tertulis terkait umpan balik dari para responden dan hasil asesmen mandiri. Refleksi diunggah di LMS pada bagian Pendampingan Individu 3.

     Rencana tindak lanjut ini dapat terlaksana dengan baik jika ada kerjasama yang baik antara Kepala sekolah, CGP dan Rekan sejawat, maka diharapkan kepala sekolah, Rekan sejawat selalu memberikan dukungan dan motivasi yang selama ini selalu diberikan terhadap CGP dalam menjalani pendidikan guru penggerak ini.

 

Selasa, 07 Mei 2024

Rencana Tindak Lanjut Pendampingan Individu 1

 Rencana Tindak Lanjut Pendampingan Individu 1

Calon Guru Penggerak Angkatan 10

Kabupaten Klaten

 

Nama Pengajar Praktik    : Sari Warsiyah, S.Pd.

Tanggal Pelaksanaan        : 25 April – 3 Mei 2024

 

A.    Tujuan Pendampingan individu

Bertujuan untuk membantu Calon Guru Penggerak menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya sehingga Calon Guru Penggerak mampu:

1.    Mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi, dan kolaborasi;

2.    Memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik;

3.    Merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua;

 

B.    Tema dan Fokus Pendampingan

1.    Tema Pendampingan Refleksi awal kompetensi guru penggerak

2.    Fokus pendampingan

a.    Diskusi tantangan belajar daring

b.    Refleksi penerapan perubahan kelas sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara

c.     Diskusi pembuatan kerangka portofolio

d.    Diskusi peta posisi diri dan rencana pengembangan diri dalam kompetensi guru penggerak

 

C.   Rencana Tindak Lanjut

Rencana Tindak Lanjut (RTL) dibutuhkan sebagai implementasi kegiatan yang berkelanjutan. RTL merupakan  panduan untuk keberlangsungan dan keberlanjutan suatu program tak terkecuali Pendidikan Guru Penggerak. Dengan adanya RTL akan memudahkan Calon Guru Penggerak dalam implementasi program ke depannya. Bukan saja terkait bentuk-bentuk program lanjutan, melainkan juga bentuk-bentuk intervensi pihak lain untuk menyelenggarakan program sejenis.

Penyusunan RTL membutuhkan perencanaan yang matang, dimana RTL yang baik sesuai dengan program yang berdasarkan pada potensi dan kekuatan yang dimiliki. Disamping itu, membutuhkan juga pertimbangan aset ilmu yang telah dimiliki oleh Calon Guru Penggerak dan akan dikembangkan di sekolah ataupun komunitasnya. Termasuk di dalamnya adalah sumber daya manusia sebagai aset untuk koordinasi dan kolaborasi.

 

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, berikut ini beberapa RTL yang akan dilaksanakan setelah mempelajari Modul 1 dalam Pendidikan Guru Penggerak.

· CGP menerapkan rencana pengembangan diri yang telah disusun.

· CGP mendokumentasikan proses pengembangan dirinya dalam portofolio.

· CGP berkolaborasi dengan guru lain untuk saling berbagi praktik terbaik.

· CGP mengikuti pelatihan dan pengembangan diri lainnya untuk meningkatkan kompetensinya.

Demikian RTL yang akan dilaksanakan ke depannya. RTL yang disusun bersifat jangka panjang dan berkelanjutan. Pelaksanaan masing-masing program disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah. Sebelum implementasi RTL terlebih dahulu diperlukan koordinasi dengan Kepala Sekolah dan kolaborasi dengan sejawat. Tujuannya agar semua program tindak lanjut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. 

 

 

Catatan Hasil Lokakarya 7 Sari Warsiyah

  Catatan Hasil Lokakarya 7 Nama PP : Sari Warsiyah, S.Pd. Kegiatan Lokakarya 7 PGP Angkatan 7 Kabupaten Klaten Dilaksanakan tanggal 27- 28 ...